Tantangan 10 Hari Projek Keluarga Hari 2

Hari ini ada pengajian “Membangun Keluarga Qur’an” oleh Ustadzah Wirianingsih (Ibu 10 Orang Anak yang Hafidz/ah Al Qur’an). Acara hari ini sesuai sekali dengan tema projek yang sudah kami bicarakan sebelumnya. Kami memutuskan untuk hadir dalam acara tersebut dan menjadikannya projek pertama keluarga kami.

Nama Projek              :  MEMBANGUN KELUARGA QUR’AN
Gagasan                       :  Ayah dan Bunda punya cita-cita Azka menjadi seorang hafidz qur’an
Pelaksanaan            :  Hari Ahad, 26 Maret 2017, penanggungjawabnya (PIC) adalah Ayah sang kepala keluarga.
Berikut resume ceramah Ustadzah Wirianingsih.
*      Membangun à ada proses menuju sesuatu
*      Orang-orang yang selalu membawa Al Qur’an dalam dirinya (melekat), seperti ibu hamil yang membawa janinnya kemanapun akan mendapat perlindungan Allah
*      Jadikan Al-Quran di depan kita sehingga menuntun kita ke Surga, jangan jadikan di belakang kita sehingga menendang kita ke neraka.
*      Tetaplah menjaga wudhu karena dengan wudhu dapat menggugurkan dosa-dosa kita.
*      Al Qur’an akan membawa cahaya di kubur kita.
*      Tahapan membangun keluarga qur’an: 
a.       memperbaiki bacaan, 
metodenya harus talaqqi, harus ada gurunya, harus ada sanadnya
b.      mentadaburi
memahami Al Qur’an sampai ke dalam-dalamnya seperti anatomi tubuh dari mulut sampe ke dubur.
c.       mengamalkan, 
d.      menghapal Al-Quran 
tips menghapal Al Qur’an :
-          takut kepada Allah, takut tidak bertemu Allah, takut tidak bertemu Rasul, takut tidak mendapat pertolongan Allah, perasaan takut-takut itu harus terus dimunculkan.
-          mintalah surga paling tinggi, surga Firdaus.
-          mengulang-ulang, perdengarkan 24 jam, muraja’ah paling baik adalah dalam shalat
e.       mengajarkan Al-Quran
sebaik-baiknya manusia adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.
*      Mengintegrasikan Al-Quran dengan perbuatan lainnya sehingga kita berbicara dengan ilmu. Bahkan mendengarkan musik pun harus diperhatikan, hanya pada musik yg mendekatkan kita pada Allah.
*      Jangan sampai kita melakukan perbuatan yang menggugurkan amal-amal kita.
*      Ketika seseorang tidak dapat membedakan antara hak dan batil maka sensitifitasnya berkurang karena Al-Quran tidak bersamanya.
*      Allah menjamin hidup orang yang mencintai Al-Quran, tidak akan kurang, yakinlah, selalu mendapat keberkahan.
*      Keluarga Al-Quran itu menjadikan Al-Quran sebagai rujukan hidup

Peran orang tua :
ü  Buat prototipe per anak, misal pada umur 9 tahun sudah dapat survive dengan godaan hidup, dia sanggup mengatakan iya untuk kebaikan, dan tegas mengatakan tidak utk keburukan.
ü  Buat grand desain, suami yg membangun rumah, isteri mengisi ruang-ruang yang sudah dibangun suami, misalnya seperti ada lahan namun sangat penuh semak belukar, maka sang suami yang membersihkan semak belukar dan istri yang menanami lahan tersebut.
ü  Buat roadmap, sebagai peta ketika bosan dan malas kembali teringat.
ü  Momentum terbaik itu sebelum 9 tahun karena setelah >10th anak-anak sudah punya teman-teman di luar lebih sulit untuk diawasi.
Master Mind            :  Ayah dan Bunda sangat tertarik dengan pengajian ini, temanya sesuai sekali dengan keluarga kami. Kami bertekad menjalankan pesan-pesan yang tertuang dari pengajian tersebut. Semoga Allah memudahkan urusan kami. Aaammmiiinnn…


#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Komentar