Cemilan#4_Meningkatkan Kecerdasan Anak
AI dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AI menjadi indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan.
Adversity Intelligence (AI) berarti bisa juga disebut dengan ketahanan atau daya tahan seseorang ketika
menghadapi masalah. Stein & Book (2004) menjelaskan bahwa ketahanan
adalah kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi
yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif
mengatasi kesulitan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap
tenang dan sabar, serta kemampuan menghadapi kesulitan dengan kepala dingin,
tanpa terbawa emosi. Orang yang tahan menghadapi kesulitan akan menghadapi,
bukan menghindari, tidak menyerah pada rasa tidak berdaya atau putus asa.
AI berakar
pada bagaimana kita merasakan tantangan-tantangan yang dihadapi. Orang yang
memiliki AI lebih tinggi, tidak menyalahkan pihak lain atas kemunduran yang
terjadi dan mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan tantangan. Ia selalu
belajar dari kesalahan dan mengambil sisi positif dari setiap kejadian. Orang
yang memiliki AI tinggi, berani mengambil resiko yang diperhitungkan.
1.Daya saing
Individu yang merespon kesulitan secara lebih
optimis dapat diramalkan akan bersifat lebih agresif dan mengambil lebih banyak
resiko.
2.Kreativitas
Orang yang tidak mampu menghadapi kesulitan
menjadi tidak mampu bertindak kreatif. Oleh karena itu, kreativitas menuntut
kemampuan untuk mengatasi kesulitan yang oleh hal-hal yang tidak pasti.
3.Motivasi
Orang yang AInya tinggi dianggap sebagai yang paling memiliki
motivasi.
4.Mengambil
Resiko
Individu yang merespon kesulitan secara lebih
konstruktif, bersedia mengambil banyak resiko. Resiko merupakan aspek esensial
pendakian.
5. Perbaikan
Perbaikan terus-menerus perlu dilakukan supaya individu bisa bertahan hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Perbaikan terus-menerus perlu dilakukan supaya individu bisa bertahan hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik.
6. Ketekunan
Ketekunan adalah kemampuan untuk terus menerus walaupun dihadapkan padakemunduran-kemunduran atau kegagalan.
Ketekunan adalah kemampuan untuk terus menerus walaupun dihadapkan padakemunduran-kemunduran atau kegagalan.
7. Belajar
Anak dengan respon-respon yang pesimistis terhadap kesulitan tidak akan banyak belajar dan berprestasi jika dibandingkan dengan anak yang memiliki pola-pola yang lebih optimis.
Anak dengan respon-respon yang pesimistis terhadap kesulitan tidak akan banyak belajar dan berprestasi jika dibandingkan dengan anak yang memiliki pola-pola yang lebih optimis.
➡Quitter
(yang menyerah).
Para
quitter adalah mereka yang sekadar bertahan hidup. Mereka mudah putus asa dan
menyerah di tengah jalan.
➡Camper (berkemah di tengah perjalanan)
Mereka
berani melakukan pekerjaan yang berisiko,
tetapi risiko yang aman dan terukur. Cepat puas, dan berhenti di tengah
jalan.
➡Climber
(pendaki yang mencapai puncak).
Berani
menghadapi risiko dan menuntaskan pekerjaannya. Merekalah yang berada di
puncak.
Dalam
kehidupan nyata, hanya para climbers-lah yang akan mendapatkan kesuksesan dan
kebahagiaan sejati. Sebuah penelitian yang dilakukan Charles Handy terhadap
ratusan orang sukses di Inggris memperlihatkan bahwa mereka memiliki tiga
karakter yang sama.
Pertama, mereka berdedikasi tinggi
terhadap apa yang tengah dijalankannya. Dedikasi itu bisa berupa komitmen
,passion, kecintaan atau ambisi untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.
Kedua, mereka memiliki determinasi. Kemauan untuk
mencapai tujuan, bekerja keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan kemauan
untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.
Terakhir, selalu berbeda dengan orang
lain. Orang sukses memakai jalan, cara atau sistem bekerja yang berbeda dengan
orang lain pada umumnya.
Dari
ciri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dua dari tiga karakter orang sukses
erat kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan. Mereka
yang AI nya tinggi menjadi lebih sukses dalam kehidupan daripada mereka yang AI
nya rendah.
Bagaimana
dengan kita?
Komentar
Posting Komentar