Cemilan#3_Meningkatkan Kecerdasan Anak
POTENSI
KECERDASAN MANUSIA DALAM MERAIH KESUKSESAN HIDUP (bagian 2-habis)
Ketika diskusi terkait kecerdasan, biasanya yang sering disebut adalah kecerdasan intelektual (IQ), dan emosional (EI). Apakah berbekal IQ dan EI saja anak mampu meraih sukses? Jawaban atas pertanyaan ini sungguh bersifat relatif, bergantung apa dan bagaimana ukuran serta definisi sukses. Jika kesuksesan seorang anak manusia dimaknai sebagai kemampuan menciptakan sesuatu yang berguna bagi umat manusia, maka berbekal IQ dan EI saja tidaklah cukup.
Ketika diskusi terkait kecerdasan, biasanya yang sering disebut adalah kecerdasan intelektual (IQ), dan emosional (EI). Apakah berbekal IQ dan EI saja anak mampu meraih sukses? Jawaban atas pertanyaan ini sungguh bersifat relatif, bergantung apa dan bagaimana ukuran serta definisi sukses. Jika kesuksesan seorang anak manusia dimaknai sebagai kemampuan menciptakan sesuatu yang berguna bagi umat manusia, maka berbekal IQ dan EI saja tidaklah cukup.
Menurut
Khavari, ada beberapa aspek yang
menjadi dasar kecerdasan spiritual, yaitu:
1. Sudut
pandang spiritual-keagamaan, artinya semakin harmonis relasi spiritual-keagamaan
kita kehadirat Tuhan, semakin tinggi pula tingkat dan kualitas kecerdasan
spiritual kita.
2. Sudut
pandang relasi sosial-keagamaan, artinya kecerdasan spiritual harus
direfleksikan pada sikap-sikap sosial yang menekankan
segi kebersamaan dan kesejahteraan sosial.
3. Sudut
pandang etika sosial. Semakin beradab etika sosial manusia semakin
berkualitas kecerdasan spiritualnya.
Zohar mengidentifikasikan sepuluh kriteria mengukur kecerdasan spiritual seseorang, yaitu:
1. Kesadaran
diri
2. Spontanitas,
termotivasi secara internal
3. Melihat
kehidupan dari visi dan berdaar nilai-nilai fundamental
4. Holistik,
melihat sistem dan universalitas
5. Kasih sayang
(rasa berkomunitas, rasa mengikuti aliran kehidupan)
6. Menghargai
keragaman
7. Mandiri,
teguh melawan mayoritas
8. Mempertanyakan
secara mendasar
9. Menata
kembali dalam gambaran besar
10. Teguh dalam
kesulitan
Ciri-ciri dari kecerdasan spiritual yang
telah berkembang dalam diri seseorang adalah sebagai berikut (Zohar, 2001):
1)
Kemampuan bersifat fleksibel
2)
Tingkat kesadaran diri tinggi
3)
Kemampuan menghadapi dan memanfaatkan penderitaan
4)
Kemampuan menghadapi dan melampaui rasa sakit
5)
Kualitas hidup diilhami visi dan nilai-nilai
6)
Enggan menyebabkan kerugian yang tidak perlu
7)
Kecenderungan untuk melihat keterkaitan berbagai hal
8)
Punya kecenderungan bertanya “mengapa” atau “bagaimana jika"
untuk mencari jawaban-jawaban yang mendasar.
9)
Memiliki kemudahan untuk bekerja melawan hal yang umum.
Kecerdasan spiritual bersumber dari fitrah manusia itu sendiri. Kecerdasan ini merupakan aktualisasi fitrah manusia itu sendiri. Ia memancar dari kedalaman diri manusia, karena dorongan keingintahuan yang dilandasi kesucian , ketulusan, dan tanpa pretensi egoisme. Kecerdasan ini akan aktual jika manusia hidup berdasarkan visi dasar dan misi utamanya sebagai hamba Allah sekaligus khalifatullah di bumi.
Dari sini, bisa dipahami mengapa ulama-ulama besar zaman dahulu dengan teknologi yang masih sangat terbatas mampu melahirkan karya-karya yang tak lapuk besar yang tak lapuk dimakan zaman. Sebut saja Jabir Ibn Hayyan yang dikenal sebagai Bapak kimia. Ibn Sina yang karya fenomenalnya al-Qanun fi al-Tibbi menjadi rujukan utma ilmu kedokteran di Eropa selama berabad-abad.
Karya yang dihasilkan dari pancaran
kecerdasan spiritual merupakan luapan pendaran cahaya dan karunia Ilahi dalam
inti eksistensi diri manusia. Faktor-faktor eksternal hanyalah pendukung dari
proses aktualisasi kecerdasan yang ada.
Namun pada zaman sekarang ini terjadi krisis spiritual karena kebutuhan makna tidak terpenuhi sehingga hidup manusia terasa dangkal dan hampa. Menurut Lisa Kumalanty, ada tiga sebab yang membuat seseorang dapat terhambat secara spiritual, yaitu :
1) tidak
mengembangkan beberapa bagian dari dirinya sendiri sama sekali,
2) telah
mengembangkan beberapa bagian, namun tidak proporsional, dan
3) bertentangannya/buruknya
hubungan antara bagian-bagian.
Untuk
mengatasi krisis spiritual menurut Danah dan Ian dengan memberikan “Enam Jalan Menuju Kecerdasan Spiritual
yang Lebih Tinggi” dan “Tujuh Langkah Praktis Mendapatkan SQ Lebih Baik”.
Enam jalan
tersebut yaitu :
1)
jalan tugas,
2)
jalan pengasuhan,
3)
jalan pengetahuan,
4)
jalan perubahan pribadi,
5)
jalan persaudaraan, dan
6)
jalan kepemimpinan yang penuh pengabdian.
Sedangkan
Tujuh Langkah Menuju Kecerdasan Spiritual Lebih Tinggi adalah
(1) menyadari di
mana saya sekarang,
(2) merasakan
dengan kuat bahwa saya ingin berubah,
(3) merenungkan
apakah pusat saya sendiri dan apakah motivasi saya yang paling dalam,
(4) menemukan
dan mengatasi rintangan,
(5) menggali
banyak kemungkinan untuk melangkah maju,
(6) menetapkan
hati saya pada sebuah jalan,
(7) tetap
menyadari bahwa ada banyak jalan.
Kiat-kiat mengembangkan SI anak
1)
Jadilah kita fasilitator dan teladan yang baik,
2)
bantulah anak merumuskan misi hidupnya,
3)
baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan
kita,
4)
diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah,
5)
libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan,
6)
bacakan kisah perjuangan tokoh spiritual
7)
bawa anak untuk menikmati keindahan alam,
8)
ajak anak berinteraksi dengan orang yang memiliki keterbatasan,
dan
9)
ikutsertakan anak dalam kegiatan sosial.
Mereka yang
mempunyai kecerdasan spiritual tinggi akan mampu memaknai setiap peristiwa dan
masalah yang dihadapi dalam hidupnya, bahkan dalam penderitaan sekalipun.
Dengan memberi makna yang positif, mereka akan mampu membangkitkan jiwanya
untuk bersikap dan bertindak secara positif pula. Dan kecerdasan ini juga
memungkinkan manusia untuk berpikir secara kreatif, berwawasan jauh kedepan,
intuitif, tambah cerdas dan semakin berkesadaran.
Oleh karenanya, bagi mereka yang telah menggunakan kecerdasan spiritualnya, mereka akan menjadi pribadi yang kreatif, intuitif, bisa menerima segalanya secara apa adanya, dan hidupnya akan berbahagia.
2005, Ach
Saifullah dan Nine Adien Maulana, Melejitkan Potensi Kecerdasan Anak,
Yogyakarta: Katahati
Komentar
Posting Komentar